Beras dan Pangan Mahal, Krisis Melanda Asia

April 15, 2008 at 7:17 am Tinggalkan komentar

(Erabaru.or.id) – Menghadapi kian meroketnya harga bahan pangan di seluruh dunia, Bank Dunia mengeluarkan peringatan bahwa kenaikan harga bahan pangan dan bahan bakar minyak di seluruh dunia akan menjadi ujian bagi keadaan ekonomi Asia tahun ini. Wall Streets Daily juga menyatakan, karena harga beras melambung mencapai rekor tertinggi, wilayah Asia dan Afrika akan menghadapi krisis kekurangan bahan pangan, yang dikhawatirkan akan mengundang keresahan.

Harga beras melambung tinggi

Sejak tahun 2008, dikarenakan keadaan iklim yang tidak normal, panen beras menjadi merosot, sehingga menyebabkan harga beras di wilayah Asia Tenggara meroket tinggi, hingga saat ini harga beras telah mencapai 3 kali lipat harga beras 5 tahun yang lalu.

Produk pertanian beras yang dijadikan indikator pasar yaitu beras kelas menengah Thailand pada tanggal 27 Maret lalu, melambung dari harga sehari sebelumnya sebesar USD 580 per ton naik menjadi USD 760 per ton, hanya dalam satu hari harga beras naik sebesar 30%. Harga beras 100%kelas B Thailand atau setara dengan harga beras putih biasa, hingga awal tahun ini telah mengalami kenaikan harga sebesar 40% lebih, dan diperkirakan juga akan mengalami krisis pada periode April atau Mei mendatang, dan akan mengalami kenaikan sebesar 30% lagi menjadi USD 850 per ton. Sementara harga beras wangi no.1 Thailand akan menciptakan rekor harga tertinggi terbarunya sepanjang sejarah yaitu USD 1.200 per ton, yang berarti telah mengalami kenaikan sebesar 100% dibandingkan dengan harga di awal tahun yakni hanya sebesar USD 600 per ton.

Level stok beras terendah seluruh dunia selama 25 tahun terakhir

Kenaikan harga bahan pangan ini bagaikan musuh bagi pemerintah di setiap negara Asia. Negara –negara Asia Tenggara bahkan sudah mengeluarkan perintah larangan ekspor beras untuk menekan kenaikan harga bahan pangan di dalam negerinya masing-masing.Mengikuti jejak Mesir, Kambodia minggu lalu juga telah mengeluarkan pengumuman untuk menghentikan ekspor berasnya selama 2 bulan ke depan, Vietnam minggu lalu juga mengumumkan untuk menurunkan ekspor berasnya sebesar 20%, dengan tujuan menekan kenaikan harga beras.

Karena harga beras telah mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah, para petani di berbagai negara Asia sudah mulai menimbun bahan pangan. Dalam berita tanggal 31 Maret Wall Streets Daily telah memperingatkan bahwa wilayah Asia dan Afrika akan terperosok ke dalam krisis bahan pangan, yang kemudian dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak dan keresahan di tengah masyarakat. Departemen Pertanian Amerika memperkirakan bahwa level stok beras di seluruh dunia tahun ini akan mencapai titik terendah semenjak 25 tahun terakhir ini.

Kenaikan harga minyak dan pangan berpengaruh serius terhadap negara miskin

Wakil Ketua Urusan Internal Bank Dunia, Graeme Wheeler, di dalam sebuah seminar berjudul “Tindakan untuk Menghadapi Kenaikan Harga Pangan dan Minyak” yang diselenggarakan baru – baru ini di Washington D.C. mengatakan, kenaikan harga minyak telah menyebabkan semakin meningkatnya permintaan akan bahan bakar biologis, yang menjadi pemicu semakin parahnya kenaikan harga bahan pangan, dan efek dari kedua faktor ini telah semakin memperparah keadaan di negaranegara miskin.

Wheeler juga mengatakan, di seluruh dunia terdapat lebih dari 1 Milyar jiwa penduduk yang hanya memiliki pendapatan kurang dari USD 1, hal ini akan menjadi potensi resiko bagi stabilitas politik dan sosial, keributan yang telah terjadi di sejumlah wilayah di Afrika Barat dan Asia Selatan merupakan salah satu dari pencerminan masalah ini. Dalam daftar yang telah dikeluarkan oleh badan FAO mengenai 36 negara yang diperkirakan akan mengalami krisis pangan, 21 di antaranya adalah negara – negara Afrika.

Harga beras tinggi, Asia resah

Akhir – akhir ini di dalam negeri Thailand, terjadi beberapa kasus pencurian beras. Tingginya harga beras ini telah menimbulkan keresahan di sejumlah negara Asia, keadaan terparah terjadi di Filipina.

Para analis mengatakan bahwa beras merupakan bahan pangan dominan yang sangat sensitif terhadap situasi politik di Filipina, kenaikan harga beras yang sedemikian tinggi ini mungkin akan sangat membahayakan kestabilan politik dalam pemerintahan Arroyo ini. Demi untuk mengatasi hal ini, Presiden Arroyo secara khusus menelpon Perdana Menteri Vietnam untuk mengekspor 1,5 juta ton beras kepada Filipina, sebagai upaya untuk menutupi kekurangan persediaan pangannya sebesar 2 juta ton.

Selain itu Menteri Kehakiman Filipina juga mengeluarkan peringatan agar para pemilik gudang dan pedagang untuk tidak melakukan penimbunan bahan pangan, bagi yang kedapatan akan didakwa dengan tuduhan “merusak stabilitas ekonomi atau perampokan”, dan akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Ramalan babi sakti di Anshan jadi kenyataan

Pada tahun 2007 harga daging benar – benar mahal, tahun 2008 harga beras pun menjadi mahal, hal ini telah membuat orang – orang teringat akan ramalan dari penduduk wilayah Anshan yang mengatakan bahwa “Tahun ini harga daging mahal, tahun depan harga beras mahal, tahun berikutnya rumah – rumah tidak ada yang menempati lagi.”

Tahun 2007 ini dalam website beredar sebuah kabar berita, bahwa di wilayah pinggiran kota Anshan ada sebuah keluarga petani pada saat mengeluarkan seekor babi yang diternaknya bersiap – siap hendak disembelih, tiba – tiba terjadi suatu peristiwa yang mengagetkan, yaitu sang babi mengeluarkan suara seperti manusia yang sedang berbicara. Sang babi mengatakan : “Jangan buru – buru menyembelih saya, biarkan aku selesaikan dahulu perkataan saya, baru setelah itu kalian boleh menyembelih saya.”

Lalu sang babi kembali melanjutkan : “Tahun ini hargaku mahal sekali, tahun depan harga beras mahal sekali, tahun berikutnya rumah – rumah tidak ada yang menempati lagi.”

Kini, kalimatnya yang kedua telah menjadi kenyataan. Pada akhirnya babi dari kota Anshan ini benar – benar telah mengagetkan manusia. Bank Dunia pun telah mengeluarkan peringatan akan kenaikan harga beras ini.

Sebuah catatan sejarah “Prasasti Liu Bowen” dari Shanxi, Taipaishan, juga mencatatkan suatu ramalan yang memperingatkan akan terjadinya bencana ini dengan bunyi yang hampir serupa. Di dalam catatan tersebut tercatat sepuluh bencana yang akan terjadi, di antaranya berbunyi sebagai berikut : “Bencana ketujuh adalah ada nasi tidak ada yang memakan, bencana kedelapan ada orang yang tidak punya pakaian, bencana kesembilan mayat bergelimpangan tidak ada yang mengurusi, bencana kesepuluh yaitu akan sulit melalui Tahun Babi dan Tahun Tikus, bagi siapa yang dapat melalui tahun penuh musibah, maka dialah yang dikategorikan dewa di dunia.”

Ada sebuah catatan lagi yang mengatakan, “Sepuluh ribu orang miskin tersisa seribu orang, sepuluh ribu orang kaya tersisa dua tiga orang.” Ini merupakan tanda – tanda akan terjadinya wabah besar, dan pada tahun 2007 dan 2008, kedua tahun ini masing – masing adalah Tahun Babi dan Tahun Tikus.

Tentu saja, dengan konsep norma dan pemikiran manusia masa kini, banyak di antara kita yang hanya akan menertawainya begitu saja. Namun jika bencana ini benar – benar terjadi, seluruh kejadian penting yang telah diramalkan sepanjang sejarah, semua fenomena yang super normal ini, mau tidak mau pasti akan menjadi renungan bagi setiap umat manusia. (The Epoch Times/awi)

Sumber:

http://tc2sc.googlec2c.com.tw/m2m-0000/www.erabaru.or.id/k_01_art_872.html

Dari sudut pandang logika terlepas dari ramal meramal keadaan saat ini memang semakin mendekati arah doomsday dimana alam akan kembali menyesuaikan keseimbangannya yang sekian ratus terakhir ini terinterupsi oleh tehnologi manusia. Sebagai orang bijak optimisme tetap ada dimana ada krisis disitu pasti ada peluang. Bijaklah mengatur keuangan anda

Entry filed under: Ekonomi & Investasi, Renungan. Tags: , , , , , , , , .

Menjebol Blokiran website Sains dibalik Kematian Misterius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


+Add @agapechildrencare to your Yahoo! Messenger
agapechildrencare

Blog Stats

  • 91,704 hits

%d blogger menyukai ini: