Renungan Paskah

Maret 24, 2008 at 9:54 am Tinggalkan komentar

Sebuah stasiun tv swasta pada hari paskah kemarin menayangkan film The passion of the christ sengaja tema ini saya angkat untuk kita renungkan secara mendalam makna dari pengorbanan Yesus Kristus berikut kutipan dari sumber http://www.pemudakristen.com

Mel Gibson adalah seorang Katholik yang percaya Kitab Suci. Dua belas tahun yang lalu ia mempunyai ide membuat film tentang Kristus menurut yang dia imani. Film itu sekarang berjudul The Passion of The Christ. Film ini berbeda dengan yang lain karena film ini bukan untuk entertainment, film ini merefleksikan iman kristen atas satu dasar fakta sejarah.
Beberapa film Yesus sebelumnya belum pernah melampaui apa yang telah dibuat dalam The Passion of The Christ.

  1. Film ini dipikirkan selama 12 tahun dari jiwa seseorang yang sedalam-dalamnya beriman, mau memperkenalkan apa yang ia imani sebagai fakta sejarah.
  2. Film ini bukan untuk mencari uang.
    Mel Gibson mengeluarkan uangnya sendiri sebesar 25 – 75 juta US$.
    Film ini memakai bahasa Aramic, film mana yang akan laris memakai bahasa Aramic ? Kalau ingin laris pakai bahasa Inggris.
  3. Film ini menceritakan 18 jam terakhir kehidupan Yesus sebelum mati disalib.
  4. Keakuratan yang melampaui film-film lain di dalam sengsara dan penderitaan Yesus Kristus. Passion mempunyai 2 arti, pertama emosi yang mendalam sekali, kedua sengsara.
  5. Waktu shooting, tiap hari dilakukan perjamuan kudus untuk mengingat sengsara, kematian Yesus Kristus dan untuk meminta kekuatan Tuhan.

Inilah keunikan film tersebut.

Paus berkomentar “That is“, maksudnya memang benar sengsara Yesus seperti yang digambarkan film ini. Billy Graham terharu dan menangis menyaksikan film ini. Orang Yahudi marah karena takut menambah kebencian terhadap Yahudi.

Pemimpin Yahudi membawa Yesus ke Pilatus

Benarkah orang Yahudi yang membunuh Yesus?
Jawabannya ya. Jawabannya tidak.

Bukan semua orang Yahudi yang menginginkan Yesus mati. Petrus, Paulus dan Yohanes adalah orang Yahudi, apakah mereka menginginkan Yesus mati ?
Ada orang Yahudi yang membawa Yesus ke Pilatus, tetapi ada orang Yahudi giat memberitakan Injil, kabar baik yang diajarkan Yesus.

Namun demikian film ini harus kompromi, karena setelah Pilatus cuci tangan, kalimat orang Yahudi “Biarlah darah-Nya ditanggung kami dan anak cucu kami” tidak dimasukkan.

Yahudi benci Yesus karena Yesus terlalu baik. Bayangkan andaikata ada satu kantor yang semua orangnya korupsi, kemudian datang seorang pegawai baru yang tidak mau korupsi. Pegawai baru itu akan dicintai atau dibenci ?
Pegawai baru pasti akan dibenci, dikatakan sok sucilah, gobloklah dan lain sebagainya. Maka jangan heran kalau nabi dibunuh, orang baik dibenci.
Yesus menderita, karena Dia Sang Kudus, hidup di antara sang keji. Dia adalah Anak Allah, hidup di tengah-tengah anak setan.

Sayangnya, anak yang jahil, keji dan jahat justru beragama. Yang paling berani bunuh orang, orang agama atau ateis ? Orang agama. Orang agama bilang, “Tuhan menyertai aku, maka saya berani membunuh engkau.” Agama kalau sudah rusak, akan lebih rusak daripada yang tidak percaya Tuhan. Kalau agama diperalat, lebih berani berbuat dosa daripada orang yang tidak percaya Tuhan.

Yesus baik, suci, menolong, menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati, plus Yesus berani menegur pimpinan agama. Pimpinan agama kurang kesempatan ditegur orang. Yesus menegur kemunafikan pemimpin-pemimpin agama, membuat mereka marah luar biasa. Mereka kalau berkhotbah tidak laku, tetapi kalau Yesus berkhotbah mengemparkan banyak orang. Ketika Yesus membangkitkan orang mati yang ketiga kali yaitu Lazarus, pemimpin-pemimpin agama bermusyawarah memusnahkan Yesus. Kalau Yesus hidup, agama/budaya Yahudi mati. Kalau Yesus mati, agama/budaya Yahudi hidup.

Pemimpin-pemimpin Yahudi ingin membunuh Yesus, tapi bagaimana karena Hukum Musa mengatakan ‘jangan membunuh’?. Kalau begitu serahkan saja kepada Pilatus supaya Pilatus yang membunuh. Inilah kemunafikan.

Lihat percakapan Pilatus dengan pemimpin-pemimpin Yahudi:
Pilatus : “Apa yang kamu tuduhkan pada Yesus ?”
Pemimpin Yahudi : “Jikalau Dia tidak ada salah besar, tak mungkin kami bawa ke sini”.
Pemimpin Yahudi tidak menjawab pertanyaan Pilatus. Pemimpin Yahudi menjawab dengan jawaban psikologis.

Pilatus capek, jengkel karena bisanya datang ke kantor jam 8, ini pagi-pagi jam 2,3,4,5,6 harus mengurusi pengadilan Yesus. Lihat percakapan berikutnya :
Pilatus : “Adili sendiri menurut hukum agamamu”
Pemimpin Yahudi : “Kami tidak berhak membunuh”.
Lho Pilatus tidak tanya kamu membunuh.
‘Kami tidak berhak membunuh’ berarti kamu yang berhak.
Jadi kami (pemimpin Yahudi) membawa Dia (Yesus) supaya kamu (Pilatus) yang bunuh. Itulah agama, orang selalu tafsir agama untuk mencelakakan orang lain. Agama memperalat politik untuk melayani agama.

Dari zaman ke zaman politik memperalat agama, agama memperalat politik.
Waktu Yesus lahir, Herodes memperalat agama untuk kepentingan politik.
Waktu Yesus mati, pemimpin Yahudi memperalat politik untuk kepentingan agama.

Mengapa Herodes bisa menjadi raja Israel ? Herodes keturunan Esau, bukan keturunan Yakub (Israel), bukan keturunan Yehuda, bukan keturunan Daud. Dia menjadi raja, karena kerajaan Romawi menjadikannya raja atas orang Israel. Herodes berpikir orang Israel harus menerima dirinya, bagaimanakah caranya? Herodes membuat Bait Allah yang besar, sehingga orang Israel berpikir ‘Ya sudahlah toh Herodes sudah membuatkan kita Bait Allah yang besar’. Di sini Bait Allah yang dibuat Herodes menunjukkan bagaimana Herodes memperalat agama untuk kepentingan politik.

Dalam film ini ada 3 hal yang harus dipisahkan:

  1. Bagian-bagian yang setia kepada Alkitab
  2. Bagian-bagian yang sesuai dengan tradisi sejarah Katholik
  3. Hal-hal yang mungkin tidak pernah terjadi, hanya merupakan imajinasi produser film, misalnya burung gagak yang mematok penjahat yang tidak mau bertobat.

Dalam film ini Maria dibesar-besarkan. Waktu Petrus bertobat dia berlutut di hadapan Maria. Ini sama sekali berbeda dengan Alkitab. Manusia hanya mengaku berdosa di hadapan Tuhan, bukan di hadapan Maria.

Perkataan Pilatus dengan istrinya dalam film ini ketika istrinya berbicara memakai istilah kebenaran :
“Kebenaran, engkau tahu tidak, apa itu menurut aku.
Inilah kebenaran yang aku tahu,
Kaisar sudah memberikan peringatan kepada aku 2 kali :
Sudah dua kali di tanah Yudea mengalami pemberotakan, mengalami perdarahan. Kali ketiga darah yang dialirkan adalah darah kamu”.

Jadi Pilatus sudah tahu, sudah sampai pada kesempatan terakhir menjadi gubernur yang harus bertanggung jawab kepada kaisar. Kalau terjadi pendarahan/pemberontakan lagi, dia sendiri harus dibunuh. Itulah sebabnya ketika melihat pemimpin Yahudi membawa Yesus, dia takut.
Kalau aku (Pilatus) membunuh Yesus, akan terjadi pemberontakan karena seluruh tanah Yudea yang berjumlah ratusan ribu orang menganggap Yesus adalah nabi.
Tetapi kalau aku (Pilatus) tidak membunuh Yesus, maka pemimpin-pemimpin agama Yahudi akan berontak kepadaku.
Jadi kalau kalau aku bunuh Yesus aku salah, saya tidak bunuh Yesus juga salah.
Maka Pilatus merengut, tegang, tidak tahu bagaimana mengambil keputusan.

Cambukan kepada Yesus

Akhirnya untuk jalan keluar dari kesulitan ini, Pilatus berkata “Cambuklah Dia”. Film ini memakai banyak waktu untuk cambukan kepada Yesus yang tidak pernah terjadi dalam film-film lain. Alkitab cuma mengatakan satu kalimat ” “Pilatus menyuruh mencambuk Yesus”.
Tetapi apa yang ditontonkan di dalam film ini benar, Yesus dicambuk sesuai dengan apa yang tercatat di dalam peraturan-peraturan kerajaan Romawi.

Menurut orang Romawi, cambukan hanya dilakukan kepada orang yang bukan warga negara Romawi. Kalau kesalahannya lebih besar dari seharusnya dicambuk, pemberontak tersebut akan dipaku di atas kayu salib. Cambukan itu kalau kesalahannya berat dilakukan 40 kali dan bisa diulangi.
Cambukan 40 kali yang pertama pakai cambuk biasa,
cambukan 40 yang kedua ini memakai cambuk yang mempunyai cakar-cakar kaitan dari sengat besi. Sehingga setiap cambukan ke tubuh manusia semua sengat besi mencantol dalam daging. Setelah mencatol dalam daging, lalu dicabut, kemudian dicambuk kedua kalinya, dan daging-daging yang sudah kena sengat besi tadi itu, semua akan menjadi terbuka dan darah banyak yang mengalir. Dalam hal ini Mel Gibson betul-betul belajar semua pencambukan yang terjadi di Romawi. Kalau orang mengatakan film ini terlalu brutal, terlalu rusak, terlalu menakutkan, terlalu kejam, saya berani katakan bahwa Mel Gibson benar-benar mengerti apa artinya cambukan Romawi.

Kalau seorang sudah dicambuk begitu banyak sampai tubuhnya semua pecah, darah mengalir, mana mungkin masih bisa hidup ?
Jangan lupa Yesus adalah seorang yang inkarnasi sungguh-sungguh mempunyai tubuh yang kuat luar biasa. Mengapa? Dia mau menanggung dosa seluruh umat manusia yang percaya kepada-Nya.
Menurut Kitab Suci seekor domba harus dibunuh untuk menjadi persembahan pada waktu berumur 1 tahun dan dia dibunuh waktu tubuhnya seluruhnya sehat, tidak boleh sakit dan tidak boleh ada cacat, dan adalah domba anak sulung dari ibunya. Ini semua tercatat di dalam Pentateukh, Perjanjian Lama sebagai syarat menjadi juruselamat, mati untuk manusia harus pada saat yang paling sehat, kuat, tidak sakit, tidak cacat, lalu dicambuk, dipukuli, dibunuh, berdarah untuk menebus dosa kita.

Yesus untuk mencapai kemungkinan ini, Dia sengaja pilih dilahirkan di dalam keluarga tukang kayu, sehingga bekerja berat, melatih diri hingga sampai umur 30 tahun dengan tubuh yang begitu sehat, lalu Dia mati bagi orang berdosa.

Setelah dicambuk, darah-Nya berceceran begitu banyak, dan ada yang tidak cocok dengan Alkitab yaitu Maria memakai handuk yang diberikan istri Pilatus untuk membersihkan darah Yesus. Tradisi Yahudi percaya darah mempunyai sesuatu yang tinggi sekali, di dalamnya ada hidup, sehingga Mel Gibson memasukkan adegan membersihkan darah Yesus yang tercecer di tempat itu.

Setelah itu, Yesus disuruh memikul salibnya yang beratnya lebih dari 70 kg. Dengan memikul kayu yang berat itu membuat Yesus terjatuh beberapa kali. Alkitab tidak mengatakan jatuhnya berapa kali.

Pada waktu Yesus di tengah-tengah jalan, ada seorang perempuan yang namanya Veronica. Ini tidak dicatat di Alkitab. Ia membawa satu handuk lagi dan datang untuk melap darah yang ada di mata Yesus. Pada waktu dilap, kain itu selesai lalu dipegang oleh tangannya, dia terus melihat dan pada saat tertentu, kain itu menjadi kain yang yang mempunyai muka Yesus yang dicap di atasnya. Menurut tradisi, itu adalah satu-satunya kain yang kita dapat mengetahui muka Yesus itu seperti apa. Ini adalah legenda yang tidak ada fakta menunjangnya.

Kemudian Simon dari Kirene dipaksa untuk memikul salib Yesus. Dalam film ini, Yesus dan Simeon, 2 orang bersama memikul salib. Ini adalah benar.

Golgota

Golgota adalah satu-satunya tempat Tuhan tidak menyatakan diri. Di seluruh Kitab Suci di mana Yesus berada di mana orang mungkin salah mengerti kepada Dia, Tuhan Allah langsung campur tangan.

  1. Waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes
    Waktu itu semua melihat seolah Yohanes lebih besar karena membaptiskan Yesus. Allah tidak tega melihat Yesus, Anak-Nya disalah mengerti, maka Dia membuka langit dan berkata “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Sehingga orang beralih dari mementingkan Yohanes Pembaptis menjadi mementingkan Yesus.
  2. Waktu Yesus menyatakan kemuliaan-Nya
    Waktu Yesus menyatakan kemuliaan-Nya di atas bukit yang sangat tinggi, wajah-Nya bercahaya lebih terang dari matahari dan muncullah 2 orang yaitu Musa dan Elia. Pada waktu 3 orang murid-Nya yang semula mengantuk sekarang bangun melihat Musa dan Elia, dan mereka begitu gentar. Mereka berkata, “Mari kita bikin tenda untuk Yesus, untuk Musa dan untuk Elia”. Tuhan tidak ingin manusia menyamakan Yesus dengan Musa dan Elia, kemudian Tuhan membuat awan yang menutup, sesudah itu 2 orang menghilang, di sini kemudian muncul suara dari sorga lagi “Ini Anak-Ku yang kukasihi, dengarkanlah Dia”.
    Jadi hanya Yesus yang harus diutamakan.

Lalu Yesus dipaku di atas kayu salib. Itu adalah saat yang paling Dia perlukan kesaksian dari Allah Bapa. Namun justru saat disalib di atas Golgota, Allah tidak menyatakan diri-Nya.

Golgota adalah total kekosongan kasih. Di atas Golgota tidak ada kasih Allah yang bisa turun kepada Yesus, karena dosa manusia semua sudah terkumpul kepada Dia sehingga Allah menghakimi Dia, Allah tidak mengasihi Dia.

Golgota juga satu-satunya tempat tidak dinyatakan mujizat, tidak dinyatakan kuasa ilahi, tidak dinyatakan penyertaan Tuhan Allah, tidak dinyatakan bijaksana surgawi.

Tetapi justru pada waktu Yesus terpaku di kayu salib terjadi 7 mujizat yang tidak menyembuhkan,menolong, melepaskan atau membebaskan. Mujizat ini terjadi dalam 6 jam. Jam 9 pagi Yesus dipaku, jam 3 sore Yesus mati. Di sini hanya dibahas beberapa mujizat :

  1. Jam 12 siang, langit menjadi gelap gulita
    Ini merupakan Allah seolah-olah tutup mata membiarkan Yesus mati.
    Ini merupakan tanda matahari malu melihat manusia jahatnya seperti ini. Orang yang terbaik sepanjang sejarah dibunuh seperti ini, mataharipun tidak mau.
  2. Gempa bumi
  3. Mujizat yang lain yang paling penting adalah tirai yang dari atas sampai bawah pecah menjadi 2 di dalam Bait Allah. Ini adalah mujizat yang bersimbolik besar sekali. Tirai yang begitu besar dengan lebar kira-kira 3/4 balai sidang JCC dan tingginya juga tidak kalah dengan tinggi balai sidang, begitu berat dari atas sampai bawah bisa robek, tak mungkin terjadi kecuali karena tangan Tuhan Allah sendiri. Tirai yang pecah dari atas sampai bawah melambangkan jalan yang menghalangi kita yang berdosa kembali kepada Tuhan Allah sudah dibongkar. Pintu sudah dibuka, manusia sudah boleh kembali kepada Tuhan Allah.

Beberapa rekan dari agama lain yang percaya Yesus tidak disalib karena mereka percaya Yesus terlalu saleh, sehingga Tuhan sangat kasihan kepada Dia. Mereka percaya waktu Dia berada di Getsemani, maka Tuhan merubah wajah Yesus menjadi Yudas, dan wajah Yudas menjadi wajah Yesus. Akhirnya mereka menangkap Yesus padahal yang ditangkap itu Yudas, sehingga Yesus yang asli lolos. Mereka percaya itu berdasarkan satu buku yang namanya Injil Barnabas. Injil Barnabas adalah injil yang belum pernah muncul sampai beberapa ratus tahun yang lalu. Injil Barnabas penuh kesalahan lebih dari 110 kali termasuk kalimat ini “Yesus naik kapal ke Nazaret”, padahal Nazaret di atas gunung. Mungkinkah Yesus naik kapal ke atas gunung? Itu membuktikan bahwa buku yang disebut Injil Barnabas bukan Firman Tuhan.

Tujuh perkataan salib

Yesus yang dipaku di atas kayu salib, tidak mungkin Yudas yang dipaku. Kalau Yudas yang dipaku, tidak mungkin keluar dari mulut Yudas kalimat-kalimat yang paling agung dalam sejarah.

  1. Pada waktu Yesus dipaku, paku itu menusuk ke dalam tangan-Nya, dia mulai kesakitan, mengatakan dengan kalimat pertama “Bapa ampunilah mereka karena apa yang mereka perbuat, mereka tidak tahu”.
  2. Kalimat kedua adalah Dia jawab perampok yang menerima-Nya dengan kalimat,”Sesungguhnya aku berkata kepada-Mua, hari ini engkau dan Aku berada di dalam Firdaus”.
  3. Kalimat ketiga Dia katakan kepada Yohanes,”Lihatlah ibumu, ibu lihatlah anakmu”. Mulai hari itu Maria diterima oleh Yohanes untuk tinggal di rumahnya karena Yesus tidak lagi menjaganya.
  4. Kalimat keempat, kalimat yang begitu sakit dan begitu susah sehingga Ia teriak, “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
  5. Kalimat kelima “Genaplah sudah”.
    Sudah sempurnalah, sudah genap tugas kewajiban yang Yesus jalani.
  6. Kalimat keenam Yesus mengatakan, “Aku haus”.
    Setelah Yesus mengatakan ‘Aku haus’, mereka menaruh spon ke dalam suatu cuka kemudian diberikan kepada Yesus. Kemudian Yesus merasakan, tetapi tidak mau minum, mengapa ?
    Orang disalib di atas Golgota disediakan satu ember cuka. Cuka kalau diminum banyak, orang itu tidak akan menderita rasa sakit sehingga meringankan penderitaan. Tetapi Yesus tidak mau minum cuka itu, Yesus mau dengan penderitaan sepenuhnya untuk menanggung dosa yang bertobat dan beriman kepada-Nya. Mengapa Yesus mau merasakan? Karena Yesus tidak ingin mengecewakan orang yang hatinya baik.
  7. Kalimat ketujuh Yesus mengatakan “Ya, Bapa, ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawa-Ku”. Sesudah mengatakan hal itu, Yesus mati. Yesus secara aktif menyerahkan nyawa-Nya.

Ini semua menyatakan siapakah Dia? Tak mungkin ini Yudas. Yudas tak mungkin mengatakan “Bapa, ampunilah mereka”. Tidak ada orang baik seperti ini. Tidak ada orang pernah mengatakan “Berkatilah musuh, pada waktu ia menderita sengsara”. Inilah pertama kali kalimat tersebut disebut.
Inilah puncak dan titik tolak apa yang disebut etika Kristen. Inilah puncak dan titik tolak apa yang disebut cinta kasih yang sejati.

Di dalam 7 kalimat yang terjadi dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore ini ada 3 fase:
1. Bapa, kalimat pertama
2. Allah, kalimat keempat
3. Bapa, kalimat ketujuh
Mengapa kalimat pertama dan ketujuh ‘Bapa’?
Mengapa kalimat keempat ‘Allah’?
Waktu Yesus mengatakan kalimat pertama dan ketujuh adalah kalimat dari Anak yang diutus oleh Bapa untuk menjalankan tugas sebagai pengantara.
Kalimat keempat dikatakan Yesus waktu Dia sedang mati menjadi satu wakil yang menggantikan orang lain. Di sini membuktikan Dia betul-betul menjadi manusia.

Di dalam Injil, pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Yesus lebih dari 100. Di antaranya ada beberapa yang tidak ada jawaban. Di antara pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab dan tidak ada jawabannya adalah satu yang paling penting yang ditinggalkan untuk engkau dan saya harus jawab adalah kalimat keempat “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku”. Jawabannya: “Karena Yesus menanggung dosa anda dan saya”.

Wajah-wajah dipaparkan

Yesus rela mati, rela menderita sengsara, sampai tiba suatu hari yang disiapkan untuk dipaku di atas kayu salib. Dalam film ini engkau melihat wajah-wajah yang berbeda:
– wajah pemimpin agama yang begitu jahat
– wajah Pilatus yang hanya tahu mati dan hidupnya sendiri
– wajah dari orang-orang Romawi yang begitu kejam mencambuk Yesus
– wajah dari semua orang yang mengikut Yesus yang tidak berdaya menolong Yesus.

Peperangan benih ular dengan benih perempuan

Golgota adalah tempat Tuhan Allah memaparkan wajah setiap oknum dan Dia sendiri tidak menyatakan diri. Mengapakah kalau Yesus yang adalah Anak Allah, begitu susah dan Allah menyembunyikan diri?

Karena pada waktu Yesus dipaku di atas kayu salib, itu adalah hari peperangan antara benih perempuan (Yesus) dan benih ular (Setan). Waktu Yesus berdoa di taman Getsemani, Mel Gibson khusus memakai seorang wanita yang mewakili Setan, diam-diam menonton Yesus dan mengirim seekor ular datang mendekat Yesus. Ini tidak dicatat di Alkitab, tetapi Mel Gibson tidak salah. Ini adalah merefleksikan apa yang dijanjikan Tuhan Allah waktu Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa. Tuhan Allah berkata, “Benih ular akan memusuhi benih perempuan, dan benih perempuan akan memusuhi benih ular. Benih ular akan meremukkan kaki benih perempuan, dan benih perempuan akan menginjak kepala ular.” Ini membuktikan adanya peperangan rohani yang tidak bisa dilihat, perang antara Yesus dan Setan, baik dan jahat, cahaya dan gelap. Dengan demikian tidak heran kalau anak-anak Tuhan akan dibakar dan dianiaya karenanya.

Dalam film ini waktu Yesus dicambuk, wanita yang melambangkan Setan datang menggendong seorang anak bayi. Anak bayi ini mukanya seperti orang tua. Menurut Mel Gibson, ini seolah-olah anak tadi mengatakan, “Perang belum selesai, nanti keturunan benih ular ini akan menganiaya pengikut Yesus sebagai benih perempuan.”
Ini menandakan gereja akan dianiaya tidak habis-habis, dan Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Jika mereka membenci Aku, menganiaya Aku, berarti mereka juga akan menganiaya kamu, karena sebelum mereka membenci kamu, mereka sudah membenci Aku”. Ini adalah teologi yang sangat penting yang dinyatakan tidak terlalu nyata di dalam film ini.

Perampok bertobat

Meski Allah tidak menyatakan diri di Getsemani, tidak menyatakan diri di Golgota, tidak menyatakan diri di atas kayu salib, tetapi orang pertama menjadi Kristen adalah seorang perampok. Orang pertama yang mengerti kerajaan Allah bukan Petrus atau Yohanes, tetapi perampok. Orang yang mengatakan Yesus adalah Anak Allah bukan imam besar, tetapi pimpinan prajurit dari tentara romawi. Inilah cara Allah menyatakan diri dengan tidak menyatakan diri.

Sejarah akan terus berjalan dengan prinsip-prinsip yang sama, saudara akan melihat orang yang katanya beragama mungkin yang paling rusak dan jahat, orang yang berdosa besar mungkin akan bertobat dan kembali ke surga, pemimpin-pemimpin politik yang katanya berjuang untuk rakyat mungkin perampok rakyat paling besar, tentara-tentara yang kejam mungkin mereka sadar perlu Allah dan juruselamat. Allah yang tidak menyatakan diri, menyatakan diri dengan cara yang berbeda-beda.

Kesimpulan

Akhirnya disimpulkan, saya tidak 100% setuju film ini, tetapi harus diakui bahwa film ini agung luar biasa. Ini adalah film yang menggetarkan hati sedalam-dalamnya sanubari orang yang disebut manusia.

Passion of The Christ, mengapa harus The Christ mengapa bukan Passion of Christ? Ini termasuk hasil pikiran Mel Gibson yang mendalam. The Christ berarti satu-satunya Kristus. Sepanjang sejarah mungkin lebih dari 300 orang menyatakan dirinya mesias dan kristus. Mel Gibson akan membuktikan satu-satunya Kristus, The Christ, yang telah menderita sengsara. Tidak ada manusia di bawah kolong langit dapat menderita sebesar itu. Tidak ada orang menderita seberat itu tanpa ada balas dendam yang ada hanya cinta kasih. Kemungkinan satu-satunya adalah The Christ, kecuali dia adalah Anak Allah,kecuali dia sungguh-sungguh Raja di atas segala raja, tidak mungkin.
Akhirnya kemenangan bukan pada orang yang melukai, menganiaya. Kemenangan ada pada orang yang dibuat luka, dibuat menderita, dipaku di atas kayu salib. Itu adalah benar Firman, benar kuasa dari Allah.

Film ini membawa kita kepada pengertian siapa Allah, siapa manusia. Apa kotornya politik, apa kotornya agama, apa kotornya masyarakat, apa kotornya hukum, apa kotornya massa, apa kotornya militer, dan apa yang benar dari Allah yang menanggung penderitaan bagi orang berdosa. Ini cara Tuhan mengasihi dan menebus umat-Nya.
Sudahkah engkau menerima Yesus ?

Entry filed under: Renungan. Tags: , , , , , , .

Kebencian 666

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


+Add @agapechildrencare to your Yahoo! Messenger
agapechildrencare

Blog Stats

  • 91,704 hits

%d blogger menyukai ini: