Menghindari Samsara Kehidupan
Juli 29, 2008
Jika kita mencermati misteri kehidupan, ada suatu kesamaan yang identitik baik itu oleh penganut agama samawi maupun budha, tao. Ya Tinggalkan nafsu duniawi maka kamu akan sempurna.
Segala aksi ada reaksi semua yang terjadi adalah buah dari pikiran dan imaginasi kita sendiri.
inilah kunci kenapa berpikir positif itu menjadi tenaga utama meskipun kita sedang di dalam keterpurukan.
Ada suatu ilustrasi yang menarik. Seringkali kita mendengar “Jangan sering berkumpul dengan orang-2x miskin, nanti kamu bisa ketularan miskin.”
Sepintas hal tersebut adalah absurd dan tidak berdasar sama sekali. Saya sempat tertarik untuk lebih mendalami makna ungkapan tersebut.
ada perbedaan besar antara orang miskin dan orang kaya walaupun tidak 100% tepat.
dari beberapa orang teman saya yang,”maaf” taraf ekonominya dibawah rata-rata setiap kali berbincang-bincang topiknya selalu melulu tentang uang. Tapi bukan bagaimana mencari uang, topiknya malah bagaimana mendapatkan pinjaman dan lebih lucunya lagi pinjam uang untuk hal-2x yang konsumtif setelah itu pembicaraan berganti dengan menggunjingkan boss masing-2x atau mengeluhkan kenapa nasibnya selalu apes.
semula saya tidak terlalu menyadarinya tetapi setelah saya sering-2x browsing tentang manfaat berpikir positif barulah saya menyadari betapa bahayanya jika kita terus menerus bergaul dengan orang-2x semacam itu. Pikiran negatif lebih mudah mendominasi alam bawah sadar kita
Sekarang apa yang menjadi topik pembicaraan orang-2x dengan taraf ekonomi diatas rata-rata?
Mereka selalu berpikir bagaimana caranya untuk memajukan usahanya atau mencari peluang usaha yang bisa menghasilkan uang lebih banyak lagi.
akhirnya kini saya sadar untuk menjadi sukses sebenarnya ditentukan dari cara berpikir kita
Entry Filed under: Renungan. Tag: cara berpikir, keberuntungan, kekayaan, materi, pikiran negatif, samsara, sukses, Tao.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed