Kebencian
Maret 24, 2008

“Saya tidak mau komputer yang ini!” seorang anak berumur lebih kurang 7 tahunan berkata dengan keras kepada salah satu guru pengajar di lembaga pendidikan komputer di bilangan BSD city.”Emangnya kenapa dik?” tanya sang guru sambil kebingungan.”Saya tidak mau komputer yang ada wallpaper gambar gereja!”jawab anak itu dengan keluguan khas anak-2x. Akhirnya anak itupun berganti komputer yang lain.
Sepintas kejadian diatas yang saya alami sendiri tidak nampak suatu yang aneh. Tetapi yang patut disayangkan adalah pendidikan anak tersebut sebenarnya telah menyimpang dimana anak seumur tersebut sangatlah tidak pantas untuk diajarkan suatu kebencian terhadap golongan kepercayaan tertentu yang tak berdasar. Masih banyak hal lain yang bisa diajarkan tanpa harus mengkaitkannya dengan kebencian apapun
Tanpa bermaksud menghakimi, pendidikan semacam itu dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi generasi penerus tidak bisa dibayangkan akhirnya jika seorang anak kecil yang polos, sejak kecil sudah di doktrin dengan kekerasan dan kebencian
Anak-anak adalah makhluk polos yang suci. Baik atau buruknya suatu karakter sangat ditentukan oleh pendidikan dan lingkungan masa kecil ibarat sebuah hardisk yang masih polos tergantung sang empunya hendak memprogram program yang bagaimana
Amsal 10:12 “Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.”
Entry Filed under: Renungan. Tag: anak agresif, kebencian, pendidikan anak, penyimpangan prilaku, psikologi anak, usia dini.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed